Candi Mendut

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan sejarah, memiliki banyak situs bersejarah yang menakjubkan. Salah satu dari mereka adalah Candi Mendut, sebuah kuil Buddha yang terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah. Ya, jadi di Magelang tidak ada Candi Borobudur saja namun ada juga Candi Mendut.  Ada juga yang menyebutnya sebagai Candi Mendut Jogja karena umumnya wisatawan yang datang ke sini sebelumnya berkunjung ke Jogja. 

Sejarah Candi Mendut

Candi Mendut adalah salah satu candi Buddha terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah atau tepatnya di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid. Candi ini merupakan salah satu dari tiga candi yang membentuk kompleks Candi Mendut, Pawon, dan Borobudur. Selain menjadi tempat bersejarah yang penting, Candi Mendut juga memiliki nilai spiritual yang signifikan bagi umat Buddha. 

Sejarah Candi Mendut masih menjadi misteri. Prasasti Karangtengah yang berangka tahun 824 Masehi menyebutkan bahwa Raja Indra dari Dinasti Syailendra membangun sebuah bangunan suci bernama “Venuvana”. Namun, belum ada kepastian apakah bangunan suci tersebut adalah Candi Mendut.

Candi Mendut baru ditemukan kembali pada tahun 1836. Saat itu, candi tersebut dalam keadaan rusak dan tidak utuh. Bagian atap candi sudah hilang, dan hanya tersisa bagian kaki dan tubuh candi.

Pemerintah Hindia Belanda kemudian melakukan pemugaran pertama pada tahun 1897-1904. Pemugaran tersebut berhasil mengembalikan sebagian bentuk asli Candi Mendut.

Pada tahun 1908, Theodor van Erp melakukan pemugaran kedua. Pemugaran tersebut bertujuan untuk menyempurnakan bentuk atap candi, memasang kembali stupa-stupa, dan memperbaiki sebagian atap candi. Pemugaran tersebut sempat terhenti karena masalah dana, tetapi dilanjutkan kembali pada tahun 1925.

candi mendut

Daya Tarik Candi Mendut

Candi Mendut memiliki sejumlah daya tarik wisata yang membuat pengunjung berdatangan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Keindahan Arsitektur dan Seni Buddha

Candi Mendut memiliki arsitektur dan seni Buddha yang luar biasa. Candi ini dibangun dengan detail yang rumit dan indah. Relief-relief yang terdapat di Candi Mendut menggambarkan kisah-kisah penting dalam agama Buddha.

Relief-relief Karmawibhangga yang terdapat di bagian kaki Candi Mendut menggambarkan hukum sebab-akibat dalam ajaran Buddha. Relief-relief ini menggambarkan berbagai perbuatan baik dan buruk, serta akibatnya.

Relief-relief Jataka yang terdapat di bagian tubuh Candi Mendut menggambarkan kisah-kisah tentang kehidupan Buddha Gautama sebelum mencapai pencerahan. Relief-relief ini menggambarkan berbagai reinkarnasi Buddha Gautama, serta ajaran-ajaran yang ia ajarkan.

Stupa besar yang terdapat di bagian atap Candi Mendut merupakan simbol pencerahan Buddha. Stupa ini dikelilingi oleh delapan stupa kecil, yang melambangkan delapan jhana, yaitu delapan tingkatan meditasi dalam ajaran Buddha.

Stupa dan Arca Candi Mendut

Daya tarik Candi Mendut berikutnya adalah stupa dan arcanya. Stupa adalah simbol pencerahan Buddha, sedangkan arca adalah representasi dari Buddha dan Bodhisattva.

Stupa Candi Mendut

Stupa Candi Mendut berjumlah 48 buah, yang terletak di beberapa lapis atap candi. Lapisan pertama terdapat 24 stupa, lapisan kedua terdapat 16 stupa, dan lapisan ketiga terdapat 8 stupa.

Stupa-stupa tersebut memiliki bentuk yang sama, yaitu berbentuk kerucut dengan puncak yang runcing. Stupa-stupa tersebut dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah, seperti ukiran bunga dan daun.

Arca Candi Mendut

Candi Mendut memiliki tiga arca Buddha yang terletak di dalam bilik candi. Ketiga arca tersebut adalah:

Arca Avalokitesvara

Arca Avalokitesvara adalah Bodhisattva yang digambarkan sebagai penolong umat manusia. Arca di Candi Mendut ini terletak di sebelah kiri arca Buddha utama. Arca Avalokitesvara sering digambarkan dengan sepuluh tangan, yang masing-masing memegang benda-benda yang melambangkan kekuatannya untuk menolong umat manusia.

Dalam ajaran Buddha, Avalokitesvara adalah sosok yang selalu siap membantu umat manusia yang membutuhkan. Ia digambarkan sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan belas kasihan.

Arca Buddha Utama

Arca Buddha utama di Candi Mendut adalah arca Buddha Vairocana. Arca ini digambarkan dalam posisi duduk bersila, dengan sikap tangan Dharmacakramudra, yaitu sikap tangan yang menggambarkan ajaran Buddha.

Dalam ajaran Buddha, Vairocana adalah Buddha tertinggi, yang melambangkan kebenaran dan kebijaksanaan. Arca Vairocana di Candi Mendut menggambarkan ajaran Buddha yang diturunkan oleh Buddha Gautama.

Arca Maitreya

Arca Maitreya adalah Bodhisattva yang digambarkan sebagai Buddha yang akan datang. Arca ini terletak di sebelah kanan arca Buddha utama. Arca Maitreya sering digambarkan duduk di atas teratai, dengan sikap tangan mudra Varada, yaitu sikap tangan yang menggambarkan pemberian berkah.

Dalam ajaran Buddha, Maitreya adalah sosok Buddha yang akan datang untuk menyelamatkan umat manusia. Ia digambarkan sebagai sosok yang penuh cinta kasih dan keadilan.

Makna Stupa dan Arca Candi Mendut

Stupa dan arca di Candi Mendut memiliki makna yang mendalam dalam ajaran Buddha. Stupa melambangkan pencerahan Buddha, sedangkan arca melambangkan Buddha dan Bodhisattva.

Pada saat berkunjung ke Candi Mendut, kita dapat melihat simbol-simbol tersebut sebagai pengingat akan ajaran Buddha. Ajaran Buddha mengajarkan kita untuk selalu berusaha mencapai pencerahan, dan untuk membantu sesama.

Wisata Edukasi Sejarah

Candi Mendut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi ini merupakan salah satu bukti kejayaan Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Mendut memiliki daya tarik utama berupa bangunan candi yang megah dan asri. Candi ini berbentuk segi empat, dengan ketinggian 26,4 meter. Di sekeliling candi terdapat hamparan rumput hijau yang luas dan pepohonan besar yang rindang.

Kemegahan Candi Mendut terlihat dari bentuk dan ukurannya yang besar. Candi ini dibangun dengan detail yang rumit dan indah. Relief-relief yang terdapat di dinding candi menggambarkan kisah-kisah penting dalam agama Buddha.

Berburu Foto Instagenik

Candi Mendut memiliki banyak sudut fotogenic yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto. Salah satu yang paling populer adalah foto dengan latar belakang stupa besar di bagian atap candi.

Selain itu, pengunjung juga bisa berfoto dengan latar belakang relief-relief yang terdapat di dinding candi. Relief-relief tersebut menggambarkan kisah-kisah penting dalam agama Buddha, seperti Karmawibhangga dan Jataka.

Untuk mendapatkan foto terbaik, pengunjung bisa memanfaatkan berbagai teknik fotografi. Misalnya seperti menggunakan kamera profesional atau ponsel pintar dengan kamera berkualitas tinggi. Pengunjung juga bisa menggunakan bantuan fotografer profesional.

candi mendut

Jam Buka dan Harga Tiket Candi Mendut

Candi Mendut buka setiap hari, dari Senin sampai Minggu, termasuk hari libur nasional. Pengunjung bisa datang kapan saja selama jam operasional, yaitu dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Untuk masuk ke Candi Mendut, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp10.000,00 per orang. Sedangkan untuk parkir kendaraan, pengunjung dikenakan biaya parkir sebesar Rp2.000,00 untuk motor dan Rp5.000,00 untuk mobil.

Tips Berkunjung ke Candi Mendut

Berikut adalah beberapa tips untuk pengunjung yang ingin berkunjung ke Candi Mendut:

  • Pakailah pakaian yang nyaman dan sopan.
  • Bawalah air minum dan makanan ringan untuk bekal.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan-jalan di sekitar candi.
  • Jagalah kebersihan lingkungan sekitar candi.

Berkunjung ke Candi Mendut adalah pengalaman yang tak terlupakan. Selain mendapatkan pengetahuan sejarah dan budaya, pengunjung juga bisa menikmati keindahan dan kemegahan candi yang sudah berdiri selama ratusan tahun. Anda juga bisa berkunjung ke Candi Pawon dan candi sekitarnya untuk mendapatkan pengalaman Tour Jogja dan sekitarnya yang menarik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top